PT.       ccent Jaya Indonesia

Marine & Oilfield Crew Management Services Company

Directional Drilling

Directional Drilling  adalah Pemboran yang diarahkan menuju target tertentu dengan sudut kemiringan dan arah tertentu.

Tipe-tipe Directional drilling :
1. Shallow deviation type : Belok ditempat dangkal.
2. Deep deviation type : Belok ditempat dalam.
3. Return to vertical type : Belok ditempat dangkal/dalam kemudian kembali vertical lagi.

Metode pengarahan :
1. Stokenburry DP alignment methode.
2. Orientasi dasar lubang methode.

Alasan-alasan dilakukannya Directional drilling
1. Alasan Topografis :
- HC dibawah sungai, paya-paya, danau.
- HC dibawah bangunan bersejarah, perkotaan atau dibawah tebing yang terjal.
2. Alasan Geologis :
- Menghindari kubah garam
- Menghindari patahan
3. Alasan Lain-lain :
- Relief well.
- Cluster system.
- Menghindari batas
- Side tracking.

Masalah-masalah akibat pembelokan lubang :
1. Fatique failure pada DP.
2. Key seating.
3. Berkurangnya umur DP karena tension akibat dogleg.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemiringan dan arah lubang bor
1. Faktor Formasi :
- Miniatur whipstock teori yaitu adanya perlapisan formasi yang berbeda-beda.
- Formation drillability teori.
- Perlapisan formasi sangat miring.
- Boulder (batu besar), gua2 dan fracture.
2. Faktor Mekanis :
- DC moment teori yaitu melengkungnya DC karena beban bit yang over
- Bit melengkung karena WOB kecil dan bit balling.
- Perubahan BHA akan membentuk lubang yang berbeda..

============================================================================================
============================================================================================

Liner Hanger
BAKER OIL TOOLS (Liner Hanger Division)
Since 1929, Baker  Oil Tools' Liner  Hanger product  line has led the industry with the widest variety of liner equipment and premier technology available anywhere.
We continuously develop new technology and improve existing designs enabling us to run and cement liners in even the most severe well conditions.
For example, in horizontal and Multi-lateral wells, the Hydraulic Release setting tool allows the liner to be pushed,  pulled or rotated while carrying the liner to bottom, and releases dependably and reliably when you want it to.
The  innovative  Flex-Lock  liner  hanger  design  can  be  set in the most  severe  conditions  and  will support liner loads three times  greater  than its nearest competitor. Conventional designs for landing collars,  float  collars  and  float shoes  are  being  replaced  with  the  Baker's  insert  float equipment, a  modular  aluminum  design  that  is  installed  inside  the  liner  string,  eliminating   costly  premium threading  and  reducing  delivery  times.   Insert  equipment  meets demanding industry performance standards and is available "off-the-shelf" to meet all your application needs.

HALLIBURTON (Liner Hangers – Expandable)
Halliburton's VersaFlex® liner hanger  system combines industry - leading solid expandable liner hanger technology  with a  complete  range  of  cementing  products  and  services to bring simplification and reliability to liner hanger installation

VersaFlex Liner Hanger System
VersaFlex liner  system combines Enventure’s proprietary  expandable  solid tubular  technology with Halliburton’s world-class cementing expertise.

VersaFlex Liner Hanger System.
VersaFlex  liner   hanger  system   combines  expandable  solid   tubular  technology  with  Halliburton's world-class  cementing  expertise.   The  integral  liner hanger/packer  consists  of an integral  tieback receptacle and  expandable  solid  hanger body onto which are bonded multiple elastomeric elements, which provide both a bi-directional annular seal and all tensile and compressive load capability
- Differentiators
* Less complex completion
* Reduction in potential leak paths
* Multiple redundant sealing (packer) elements
* Field-proven with over 350+ installations
- Benefits
* Eliminate liner top isolation packers (reduced complexity)
* Reduce rig time through faster RIH
* No moving components resulting in improved reliability and fluid flow
* No slip damage to supporting casing

============================================================================================
============================================================================================
Thru-Tubing Systems (TTS)

 

Thru - Tubing  Systems (TTS)  is  an  engineering,  manufacturing,  and service company specializing in thru-tubing  workover/completion  systems, sand  control  systems  and  cased hole systems (X-Span).
TTS offers a variety of thru-tubing packer systems from retrievable dual seal bore type to compression set, tension set, inflatable and permanent seal bore types.
TTS  has  developed  many  innovative  applications  designed  to  allow  the  oil  and  gas  operator to successfully  conduct  well bore remedies using a coil tubing and/or wireline unit.

These  services  and  related   components  are  designed  to  give  the  operator  a  viable  option  to conventional rig type workovers for many remedial well bore operations sERVICES.
No  one  can  accurately  predict  what  might  happen  downhole  all  the  time.  That's why we often dispatch  a  complete  mobile  workshop to support our downhole tool  assemblies.  For complex jobs, this TTS capability can be invaluable. Experienced TTS personnel can change-out entire BHAs, quickly redress  tools between runs, or add components to modify job procedures on the fly.   And whenever we can save time, you save money by getting your well back on-stream faster.

Running / Retrieving Services
• Isolation assemblies
• Velocity strings
• Completion accessories
• Flow control services

Thru Tubing Fishing Services
• Nipple / Plugs
• Wireline tool strings
• Parted tubing retrieval

Impact Services
• Shifting sleeves
• Breaking flapper valves
• Jarring while fishing

Downhole Motor Rotating Services
• Cutting
• Milling
• Reaming / Under reaming
• Latching tools

Other Specialized Tools Services
• Chemical cutting
• Window milling
• Venturi junk basket
• Washove

============================================================================================
============================================================================================

How to Find Oil

Bagaimana Cara Menemukan Minyak Bumi ?

 

                                                

Ada berbagai macam cara : observasi geologi, survei gravitasi, survei magnetik, survei seismik, membor sumur uji, atau dengan educated guess dan faktor keberuntungan.
Survei gravitasi : metode ini mengukur variasi medan gravitasi bumi yang disebabkan perbedaan densitas material di struktur geologi kulit bumi.
Survei magnetik : metode ini mengukur variasi medan magnetik bumi yang disebabkan perbedaan properti magnetik dari bebatuan di bawah permukaan.
Kedua survei ini biasanya dilakukan di wilayah yang luas seperti misalnya suatu cekungan (basin). Dari hasil pemetaan ini, baru metode seismik umumnya dilakukan.
Survei seismik menggunakan gelombang kejut (shock-wave) buatan yang diarahkan untuk melalui bebatuan menuju target reservoir dan daerah sekitarnya. Oleh berbagai lapisan material di bawah tanah, gelombang kejut ini akan dipantulkan ke permukaan dan ditangkap oleh alat receivers sebagai pulsa tekanan (oleh hydrophone di daerah perairan) atau sebagai percepatan (oleh geophone di darat). Sinyal pantulan ini lalu diproses secara digital menjadi sebuah peta akustik bawah permukaan untuk kemudian dapat diinterpretasikan.
Aplikasi metode seismik :
1. Tahap eksplorasi : untuk menentukan struktur dan stratigrafi endapan dimana sumur nanti akan digali.
2. Tahap penilaian dan pengembangan : untuk mengestimasi volume cadangan hidrokarbon dan untuk menyusun rencana pengembangan yang paling baik.
3. Pada fase produksi : untuk memonitor kondisi reservoir, seperti menganalisis kontak antar fluida reservoir (gas-minyak-air), distribusi fluida dan perubahan tekanan reservoir.

============================================================================================
============================================================================================

Eksplorasi Seismik
Eksplorasi   seismik  adalah  istilah yang  dipakai di dalam bidang geofisika untuk menerangkan aktifitas pencarian  sumber  daya   alam  dan  mineral  yang   ada  di  bawah  permukaan  bumi  dengan  bantuan gelombang seismik.     Hasil rekaman yang diperoleh dari survei ini disebut dengan penampang seismik.

Eksplorasi    seismik   atau  eksplorasi  dengan   menggunakan  metode   seismik   banyak  dipakai  oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah  permukaan bumi untuk bisa  melihat  kemungkinan adanya  jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi  dari penampang seismiknya.
Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu:
1. Metode seismik pantul.
2. Metode seismik bias.

============================================================================================
============================================================================================
  Jenis Sumur Pemboran
Ada berapa macam jenis sumur ?
Di dunia perminyakan umumnya dikenal tiga macam jenis sumur :
Pertama, sumur eksplorasi (sering disebut juga wildcat) yaitu sumur yang dibor untuk menentukan apakah terdapat minyak atau gas di suatu tempat yang sama sekali baru.
Jika sumur eksplorasi menemukan minyak atau gas, maka beberapa sumur konfirmasi (confirmation well) akan dibor di beberapa tempat yang berbeda di sekitarnya untuk memastikan apakah kandungan hidrokarbonnya cukup untuk dikembangkan.
Ketiga, sumur pengembangan (development well) adalah sumur yang dibor di suatu lapangan minyak yang telah eksis. Tujuannya untuk mengambil hidrokarbon semaksimal mungkin dari lapangan tersebut.
Istilah persumuran lainnya :
• Sumur produksi : sumur yang menghasilkan hidrokarbon, baik minyak, gas
ataupun keduanya. Aliran fluida dari bawah ke atas.
• Sumur injeksi : sumur untuk menginjeksikan fluida tertentu ke dalam formasi
(lihat Enhanced Oil Recovery di bagian akhir). Aliran fluida dari atas ke
bawah.
• Sumur vertikal : sumur yang bentuknya lurus dan vertikal.
• Sumur berarah (deviated well, directional well) : sumur yang bentuk
geometrinya tidak lurus vertikal, bisa berbentuk huruf S, J atau L.
• Sumur horisontal : sumur dimana ada bagiannya yang berbentuk horisontal.
Merupakan bagian dari sumur berarah.

============================================================================================
============================================================================================
Cementing


Penyemenan pada sumur migas adalah pendorongan bubur semen (cement slurry) kedalam lubang sumur, kemudian dibiarkan disana sampai bubur semen tersebut mengeras.

Primary Cementing (penyemenen casing) adalah pendorongan bubur semen kedalam sumur melalui casing, bubur semen keluar dari casing shoe dan kemudian bubur semen terus naik ke annulus antara casing dengan dinding lubang ataupun ke annulus antara casing dengan casing dan dibiarkan bubur semen mengeras disana.

Penyemenan  dilakukan  dengan menggunakan  media  coil  tubing,  drillpipe  ataupun  dengan metode
bertingkat yang diinjeksikan melalui suatu sambungan yang disebut dual stage cementing.
Biasanya metode bertingkat di aplikasikan pada sumur-sumur yang dalam.

Bubur semen (cement slurry) terdiri atas campuran :
1. Zat cair (air/minyak), fungsinya agar cement slurry dapat dipompakan.
2. Bubuk semen, fungsinya sebagai padatan yg mempunyai sifat menyemen.
3. Additive, fungsinya untuk mendapatkan sifat-sifat semen yg diinginkan.

 

Sifat-sifat bubur semen yg dibuat harus disesuaikan dengan formasi yang akan disemen agar hasil penyemenan sesuai dengan yang diinginkan.

Kalau zat cair yg ditambahkan <>
1. Volume bubur semen berkurang.
2. Viskositas semen naik.
3. Terjadi gesekan-gesekan di annulus pada waktu pemompaan cement slurry.
4. Pressure di annulus naik.
5. Formasi yang dilalui bisa rekah.

Kalau zat cair yg ditambahkan > kadar maximumnya, maka:
1. Menyebabkan semen mempunyai permeabilitas.
2. WOC semen semakin lama.
3. Ikatan antar semen tidak solid/rapuh.
4. Pekerjaan menjadi tidak efektif.

Fungsi Penyemenan.
1. Fungsi Primary Cementing :
Melekatkan casing dengan formasi.
Melindungi casing dari karat.
Melindungi casing dari tekanan formasi.
Mencegah hubungan formasi-formasi dibelakang casing.
Menutup zone-zone yang membahayakan operasi pemboran selanjutnya.

2. Fungsi Secondary Cementing :
Memperbaiki primary cementing yg tidak sempurna.
Memperbaiki casing yg bocor.
Menutup lubang perforasi yg salah.
Menutup lubang terbuka yg tidak diinginkan/lubang yg sudah tidak produktif.
Sebagai landasan dari alat pembelokan lubang.

Cement slurry ditempatkan dalam karung/sack.
Berat satu sack semen: 94 lbs dan berat jenis dari cement slurry: 3.1 sampai 3.2 gr/cc.
Sumur minyak mempunyai karakter-karakter tertentu sehingga cement slurry harus mempunyai sifat-sifat tertentu yang mana komponen-komponen'nya harus disesuaikan pula.

Komponen bubuk semen ada 4 :
1. Tri calcium silicate (C3S)
Rumus kimianya : 3CaO SiO2.
Komponen ini memberikan strength yg besar.
Fungsinya untuk mempercepat proses pengerasan cement.
2. Di calcium silicate (C2S)
Rumus kimianya : 2CaO SiO2.
Komponen ini tidak tahan terhadap sulfate (cairan yg bersifat korosif).
Fungsinya sebagai material penguat semen.
3. Tri calcium alluminate (C3A)
Rumus kimianya : 3CaO A1203.
Komponen ini tidak tahan terhadap sulfate karena bisa melunakkan semen.
Tetra calcium allumino ferrite (C4AF)
Rumus kimianya : 4CaO A1203 Fe203
Komponen ini memberikan panas hydrasi yg rendah.

 

Klasifikasi bubuk semen ada  8 :
1. Kelas A
Semen ini dapat digunakan sampai kedalaman 6000 ft
Tidak tahan terhadap sulfate
Semen ini sama dengan semen bangunan
2. Kelas B
Semen ini dapat digunakan sampai kedalaman 6000 ft
Tahan terhadap sulfate, tersedia tingkatan moderate sampai tinggi
Semen ini diaplikasikan untuk zone-zone yg banyak mengandung H2S
3. Kelas C
Semen ini dapat digunakan sampai kedalaman 6000 ft
Mempunyai strength awal yg tinggi
Ada yg tahan dan tidak tahan terhadap sulfate
4. Kelas D
Semen ini dapat digunakan untuk kedalaman 6000 ft sampai 10000 ft ,
diaplikasikan untuk suhu dan tekanann formasi yg moderate sampai tinggi, Ada yang tahan dan tidak tahan terhadap sulfate
5. Kelas E
Semen ini dapat digunakan untuk kedalaman 6000 ft sampai 14000 ft
Diaplikasikan untuk formasi yg punya suhu dan pressure yg tinggi
Ada yg tahan dan tidak tahan terhadap sulfate untuk tingkat tinggi
6. Kelas F
Semen ini dapat digunakan untuk kedalaman 10000 ft sampai 16000 ft
Diaplikasikan untuk menyemen formasi yg punya suhu dan pressure yg tinggi
7. Kelas G
Semen ini semen dasar yg digunakan sampai kedalaman 8000 ft
Ada yg tahan terhadap sulfate Ditambah additive bila diperlukan dalam penggunaanya.
8. Kelas H
Semen ini semen dasar yg digunakan sampai kedalaman 8000 ft
Tersedia untuk tingkat moderate sulfate resistance, Ditambah additive bila diperlukan dalam penggunaanya lasifikasi semen dari kelas A-F merupakan semen yang tidak ditambah additive dalam penggunaannya, sedangkan klasifikasi semen kelas G-H ditambahi additive bila diperlukan. 

============================================================================================
============================================================================================
EOR (Enhanced Oil Recovery)

Apa yang dimaksud dengan Enhanced Oil Recovery ?

 

                                           

EOR merupakan teknik lanjutan untuk mengangkat minyak jika berbagai teknik dasar sudah dilakukan tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan atau tidak ekonomis. Ada tiga macam teknik EOR yang umum :
Teknik termal : menginjeksikan fluida bertemperatur tinggi ke dalam formasi untuk menurunkan viskositas minyak sehingga mudah mengalir. Dengan menginjeksikan fluida tersebut, juga diharapkan tekanan reservoir akan naik dan minyak akan terdorong ke arah sumur produksi.
Proses miscible : menginjeksikan fluida pendorong yang akan bercampur dengan minyak untuk lalu diproduksi. Fluida yang digunakan misalnya larutan hidrokarbon, gas hidrokarbon, CO2 ataupun gas nitrogen.

============================================================================================
============================================================================================

Lumpur Pemboran

Mengapa digunakan lumpur untuk pemboran ?
Lumpur umumnya campuran dari tanah liat (clay), biasanya bentonite, dan air yang digunakan untuk membawa cutting ke atas permukaan. Lumpur berfungsi sebagai lubrikasi dan medium pendingin untuk pipa pemboran dan mata bor. Lumpur merupakan komponen penting dalam pengendalian sumur (well-control), karena tekanan hidrostatisnya dipakai untuk mencegah fluida formasi masuk ke dalam sumur. Lumpur juga digunakan untuk membentuk lapisan solid sepanjang dinding sumur (filter-cake) yang berguna untuk mengontrol fluida yang hilang ke dalam formasi (fluid-loss).

============================================================================================
============================================================================================

Oil and Gas Wells

                                  

============================================================================================
============================================================================================

Drilling Liner

Drilling Liner-Application 1

Adjacent formations with highly different pore pressure due to :
– Faults
– Sub Pressured Reservoir
– Depleted Reservoir
Solution: Run Liner while Drilling
– Kick / Loss Control
– Hole Protected
– Liner at Desired Position

                                                   

============================================================================================

Drilling Liner-Application 2

Unstable Formations with time dependent bore hole stability

– Shale – Salt

Solution:

Run Liner while Drilling  – Hole Protected – Liner at Desired Position

                                                   

============================================================================================ 

Drilling Liner-Application 3

Unconsolidated formations
– Unconsolidated Sands
– Horizontal Wellpath
Solution: Run Liner while Drilling
– Hole Protected
– Liner at Desired Position
Open Requirements:
– Directional Drilling Capability (to be designed)

 

                                                    

 

============================================================================================

Drilling Liner-Application 4

Deep Water Shallow Water Flow
– Washed out top hole Section
– Casing Erosion
Solution: Run Liner while Drilling
– Hole Protected
– Liner at Desired Position
Open Requirements:
– Immediate Cementing Option
(Cement through motor or new method to be designed)
– >= 20” DL Tool Sizes
– Liner Hangers (current .max.=16”)

                                                   

============================================================================================

Drilling Liner-Application 5

Fractures with highly different pore pressure causing – Downhole Blowouts – Downhole Kicks

Solution: Run Liner while Drilling – Kick / Loss Control – Hole Protected – Liner at Desired Position Open Requirements:

Immediate Cementing Option (Cement through motor or new method to be designed)

                                                    

============================================================================================
============================================================================================

Message From CEO


Members Area