PT.       ccent Jaya Indonesia

Marine & Oilfield Crew Management Services Company

About Oil & Gas

Members Area

Message From CEO


SERVICE
Maintenance
Repair
Operation
Problem Solve


Belajar MIGAS

Sejarah Minyak dan Gas Bumi.

Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi ?
Ada tiga faktor utama dalam pembentukan minyak dan gas bumi, yaitu :

Pertama,  ada  “ bebatuan  asal ”     (source rock)   yang  secara   geologis   memungkinkan   terjadinya pembentukan  minyak  dan  gas  bumi.

                                          

Kedua, adanya perpindahan (migrasi) hidrokarbon dari bebatuan asal  menuju ke “bebatuan reservoir” (reservoir rock), umumnya sandstone atau limestone yang berpori-pori  (porous) dan ukurannya cukup untuk menampung hidrokarbon tersebut.

Ketiga,  adanya  jebakan  ( entrapment )  geologis.   Struktur  geologis  kulit  bumi  yang  tidak  teratur bentuknya, akibat  pergerakan  dari bumi  sendiri (misalnya  gempa  bumi dan erupsi  gunung api)  dan erosi oleh  air dan angin secara terus menerus, dapat menciptakan suatu “ruangan” bawah tanah yang menjadi  jebakan  hidrokarbon.   Kalau  jebakan  ini  dilingkupi  oleh lapisan  yang  impermeable,  maka hidrokarbon tadi akan diam di tempat dan tidak bisa bergerak kemana-mana lagi.
Temperatur bawah tanah, yang semakin dalam semakin tinggi, merupakan faktor penting lainnya dalam pembentukan  hidrokarbon.  Hidrokarbon  jarang  terbentuk  pada temperatur  kurang  dari  65 oC dan umumnya terurai pada suhu di  atas 260 oC.  Hidrokarbon  kebanyakan  ditemukan pada suhu moderat, dari 107 ke 177 oC.

Apa saja komponen-komponen pembentuk minyak bumi ?
Minyak bumi merupakan campuran rumit dari ratusan rantai hidrokarbon, yang umumnya tersusun atas 85%  karbon (C) dan 15%  hidrogen (H).  Selain itu, juga  terdapat bahan organik dalam jumlah kecil dan mengandung oksigen (O), sulfur (S) atau nitrogen (N).
Apakah ada  perbedaan  dari  jenis -jenis minyak bumi ?  Ya,  ada 4 macam  yang  digolongkan  menurut umur dan letak  kedalamannya, yaitu: young-shallow,  old-shallow,  young-deep dan old-deep.  Minyak bumi  young-shallow  biasanya  bersifat  masam (sour),  mengandung  banyak  bahan  aromatik,  sangat kental dan kandungan sulfurnya tinggi.   Minyak old-shallow  biasanya  kurang  kental,  titik didih  yang lebih  rendah, dan rantai paraffin  yang lebih pendek.  Old-deep membutuhkan waktu yang paling lama untuk  pemrosesan, titik  didihnya paling  rendah  dan juga  viskositasnya  paling   encer.  Sulfur  yang terkandung dapat  teruraikan menjadi H2S yang dapat lepas, sehingga  old-deep adalah minyak mentah yang dikatakan paling “sweet”.        Minyak  semacam   inilah   yang  paling  diinginkan   karena  dapat menghasilkan bensin (gasoline) yang paling banyak.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membentuk minyak bumi ?
Sekitar 30-juta tahun di  pertengahan jaman  Cretaceous,  pada akhir jaman dinosaurus, lebih dari 50% dari cadangan minyak dunia yang  sudah diketahui  terbentuk.  Cadangan lainnya  bahkan  diperkirakan lebih  tua lagi.     Dari sebuah  fosil  yang  diketemukan  bersamaan  dengan  minyak  bumi  dari  jaman Cambrian, diperkirakan  umurnya sekitar  544  sampai  505-juta tahun  yang  lalu.

Para  geologis   umumnya   sependapat   bahwa   minyak   bumi   terbentuk  selama  jutaan  tahun  dari organisme,   tumbuhan  dan  hewan,  berukuran  sangat  kecil   yang   hidup  di  lautan  purba.   Begitu organisme laut  ini  mati,  badannya   terkubur  di   dasar  lautan  lalu  tertimbun   pasir   dan   lumpur, membentuk  lapisan yang kaya zat organik  yang akhirnya akan menjadi batuan endapan  (sedimentary rock).  Proses ini berulang terus,  satu  lapisan menutup  lapisan sebelumnya. Lalu selama jutaan tahun berikutnya, lautan di bumi ada yang menyusut atau berpindah tempat.

Deposit  yang  membentuk  batuan  endapan   umumnya   tidak   cukup   mengandung   oksigen  untuk mendekomposisi  material organik tadi secara komplit. Bakteri mengurai zat ini, molekul demi molekul, menjadi material yang kaya  hidrogen  dan  karbon.   Tekanan  dan temperatur yang semakin tinggi dari lapisan   bebatuan di  atasnya   kemudian   mendistilasi  sisa - sisa   bahan  organik,  lalu  pelan - pelan mengubahnya  menjadi minyak  bumi dan  gas alam.   Bebatuan yang mengandung minyak bumi tertua diketahui  berumur lebih dari 600-juta tahun.   Yang paling muda berumur sekitar  1-juta tahun. Secara umum bebatuan dimana diketemukan minyak berumur antara 10-juta dan 270-juta tahun.

Label "Minyak dan Gas" 

======================================================

Drilling in World History

1. 1500 SM / BC / AD
In China there has been drilling for salt manufacture and use primitive tools and the cable can reach a depth of 2000 ft.

2. 1859
In areas Pennsilvania Titusville,  Kol. Drake make a well with a depth of 65 dft and  acquire oil  wells to produce 2000 bbl of oil in the first year.

3. 1863
French civilian experts named Mr. Leschot be among the first to use the method of rotary drilling for water wells.

 4. 1901
For the first time the use of Rotary Drilling in  oil well at Spindletop - Texas.                

5. 1914
ALMOST 10% of Oil Drilling using Rotary Drilling Technology.

============================================================================================
============================================================================================ 

Teknik  Sensing Untuk Melacak Lokasi Minyak dan Gas Bumi.

 

Bumi  memiliki  permukaan dan  variabel yang sangat kompleks.  Relief  topografi  bumi  dan  komposisi materialnya menggambarkan  bebatuan  pada  mantel bumi dan  material lain pada permukaan dan juga menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan.  Masing-masing tipe bebatuan, patahan di muka bumi  atau  pengaruh - pengaruh  gerakan kerak bumi serta  erosi  dan  pergeseran-pergeseran muka bumi menunjukkan perjalanan  proses  hingga membangun muka bumi seperti saat ini. Proses ini dapat difahami melalui disiplin ilmu geo-morfologi.

Eksplorasi   sumber  daya  mineral  merupakan  salah satu  aktifitas  pemetaan   geologi  yang  penting. Pemetaan  geologi  sendiri   mencakup   identifikasi   pembentukan  lahan  (landform),  tipe bebatuan, struktur bebatuan (lipatan dan patahannya) dan gambaran unit geologi.

Saat ini hampir seluruh  deposit  mineral di  permukaan dan dekat  permukaan  bumi  telah ditemukan. Karenanya pencarian sekarang dilakukan pada lokasi deposit jauh di bawah permukaan bumi atau pada daerah - daerah  yang  sulit dijangkau.    Metode  geo-fisika  dengan  kemampuan  penetrasi  ke  dalam permukaan bumi secara umum diperlukan dalam memastikan keberadaan deposit minyak bumi dan gas. Akan  tetapi informasi  awal  tentang kawasan berpotensi  untuk eksplorasi mineral lebih banyak dapat diperoleh melalui interpretasi ciri-ciri khusus permukaan bumi pada foto udara atau citra satelit.

Belakangan analisa menggunakan citra satelit lebih  banyak dilakukan daripada foto udara, karena citra satelit memiliki beberapa nilai lebih, seperti:

1. Mencakup area yang lebih luas, sehingga memungkinkan dilakukan  analisa dalam skala regional, yang seringkali menguntungkan untuk memperoleh gambaran geologis area tersebut;

2. Memiliki  kemungkinan  penerapan sensor pendeteksi multi-spektral dan bahkan hiper-spektral yang nilainya  dituangkan  secara  kuantitatif  (disebut Derajat Keabuan atau  Digital Number  dalam remote sensing), sehingga  memungkinan  aplikasi  otomatis  pada  komputer  untuk  memahami dan mengurai karakteristik material yang diamati.

3. Memungkinkan pemanfaatkan berbagai  jenis data, seperti data sensor optik dan sensor radar, serta juga  kombinasi  data lain seperti data elevasi permukaan bumi, data geologi, jenis tanah dan lain-lain, sehingga  dapat   ditentukan   solusi  baru   dalam  menentukan   antar - hubungan  berbagai  sifat  dan fenomena pada permukaan bumi.

Tulisan singkat ini akan mengupas bagaimana minyak dan gas bumi tersimpan di perut bumi, bagaimana hubungan lokasi tersimpannya mineral ini dengan struktur bebatuan di dalamnya.

Proses Pembentukan

Minyak dan  gas  dihasilkan  dari  pembusukan  organisma,  kebanyakannya   tumbuhan  laut  (terutama ganggang  dan  tumbuhan sejenis)  dan  juga  binatang kecil  seperti ikan,  yang terkubur dalam lumpur yang berubah menjadi bebatuan.  Proses pemanasan  dan  tekanan di lapisan-lapisan  bumi  membantu proses terjadinya minyak dan gas bumi.  Cairan dan gas yang membusuk berpindah dari lokasi awal dan terperangkap  pada  struktur  tertentu.  Lokasi  awalnya  sendiri  telah  mengeras,  setelah  lumpur itu berubah menjadi bebatuan.

Minyak dan  gas   berpindah  dari  lokasi  yang lebih  dalam  menuju  bebatuan yang  cocok.  Tempat ini biasanya berupa bebatuan - pasir yang berporos  (berlubang - lubang  kecil)  atau  juga  batu kapur dan patahan yang  terbentuk dari  aktifitas  gunung berapi bisa berpeluang menyimpan minyak. Yang paling penting  adalah  bebatuan  tempat  tersimpannya  minyak  ini, paling  tidak  bagian  atasnya,  tertutup lapisan bebatuan kedap.    Minyak  dan gas  ini  biasanya  berada  dalam  tekanan  dan  akan  keluar  ke permukaan bumi, apakah  dikarenakan pergerakan alami sebagian lapisan permukaan bumi atau dengan penetrasi pengeboran.   Bila tekanan cukup tinggi, maka  minyak  dan  gas  akan  keluar  ke permukaan dengan sendirinya, tetapi jika tekanan tidak cukup maka diperlukan pompa untuk mengeluarkannya.

Proses Eksplorasi: Pemetaan Lineaments, Lithologic dan Geo-botanic.

Eksplorasi  sumber   minyak  dimulai   dengan   pencarian  karakteristik  pada   permukaan   bumi   yang menggambarkan  lokasi deposit.  Pemetaan  kondisi  permukaan  bumi diawali dengan pemetaan umum (reconnaissance),  dan  apabila  ada  indikasi  tersimpannya mineral,  dimulailah pemetaan detil. Kedua pemetaan ini  membutuhkan  kerja  validasi  lapangan,  akan  tetapi  kerja  pemetaan  ini  sering  lebih mudah  jika  dibantu foto  udara atau  citra   satelit.    Setelah proses pemetaan, kerja eksplorasi lebih intensif pada metoda-metoda geo-fisika,  terutama  seismik, yang dapat memetakan konstruksi bawah permukaan bumi secara 3-dimensi untuk menemukan  lokasi deposit secara tepat. Kemudian dilakukan uji pengeboran.

Sumbangan   teknik  remote sensing   terutama   diberikan   pada  proses  pemetaan,  yaitu  pemetaan lineaments, jenis bebatuan di permukaan bumi dan jenis tetumbuhan.

Eksplorasi  minyak  dan  gas  bumi  selalu  bergantung  pada peta permukaan bumi dan peta jenis-jenis bebatuan serta  struktur - struktur yang  memberi  petunjuk  akan  kondisi  di  bawah permukaan bumi dengan yang  cocok  untuk  terjadinya  akumulasi  minyak  dan  gas.  Remote sensing berpotensi dalam penentuan lokasi  deposit mineral ini melalui  pemetaan lineaments.  Lineaments  adalah  penampakan garis dalam skala regional sebagai akibat sifat geo-morfologis seperti alur air, lereng, garis pegunungan, dan sifat menonjol lain yang menampak  dalam bentuk zona-zona patahan.  Dengan menggunakan citra satelit  gambaran  keruangan  alur air  misalnya  dapat  dilihat  dalam skala luas,  sehingga kemungkinan mencari relasi keruangan untuk lokasi deposit mineral lebih besar.

Pemetaan lineament  walaupun  dapat dilakukan s ecara monoskopik (menggunakan satu citra),  tetapi akan lebih produktif jika digabungkan dengan pemetaan lithologic atau pemetaan  unit-unit  bebatuan yang dilakukan  secara  stereoskopik  (yang dapat mendeteksi ketinggian,  karena  dilakukan  pada dua buah citra stereo).  Kalangan ahli  geologi  meyakini  bahwa refleksi  gelombang  elektromagnetik  pada kisaran 1,6  sampai  2,2  mikrometer  (=10-6 meter)   atau   pada  spektrum   pertengahan   infra-merah (1,3 ·3,0 mikrometer)  sangat  cocok  untuk  eksplorasi  mineral dan  pemetaan lithologic. Keberhasilan pemetaan  ini  bergantung  pada  bentuk   topografi  dan  karakteristik  spektral  sebagaimana  diamati citra satelit. Untuk kawasan yang dipenuhi tumbuhan, mesti dilakukan pendekatan geo-botanic, yaitu pengetahuan tentang hubungan antara  jenis  tetumbuhan dengan kebutuhan  nutrisi  serta  air  pada tanah  tempat   tumbuhan  ini  tumbuh.   Dengan  demikian  distribusi tetumbuhan pun dapat menjadi indikator dalam mendeteksi komposisi tanah dan material bebatuan di bawahnya.

Interpretasi  citra  dalam  menemukan  garis - garis  patahan  geologis  memang membutuhkan keahlian tersendiri. Jika hanya  mengandalkan lineaments,  maka  beberapa  riset  menunjukkan  cukup  banyak perbedaan  interpretasi.    Karenannya   data  garis  ini  dikorelasikan   dengan  karakteristik  lain  yang tertangkap   sensor remote   sensing,  yaitu  jenis bebatuan,  yang  merupakan  cerminan  mineralisasi permukaan bumi.  Studi tentang  jenis  bebatuan  dan  respon  spektral  sangat  membantu  pencarian permukaan di mana deposit mineral tersimpan.

Demikian sepintas potensi  remote  sensing  dalam  menemukan  lokasi  deposit  minyak bumi dan gas. Potensi ini memuat  proses pemetaan  lineaments,  pemetaan  lithologic  dan  pemetaan sebaran jenis tumbuhan dan hubungannya dengan jenis tanah dan bebatuan di dasarnya (geo-botanic)

======================================================
======================================================

Komposisi Minyak Bumi

Komposisi.
Komponen kimia dari minyak  bumi dipisahkan oleh proses distilasi, yang kemudian, setelah diolah lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin, aspal, dll.
Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon, senyawaan hidrogen dan karbon.
Empat alkana teringan - CH4 (metana), C2H6 (etana), C3H8 (propana),  dan C4H10 (butana) - semuanya adalah gas yang mendidih  pada  -161.6°C, -88.6°C, -42°C, dan -0.5°C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F).
Rantai dalam  wilayah C5-7 semuanya ringan,  dan mudah menguap, nafta jernih.   Senyawaan tersebut digunakan sebagai pelarut, cairan pencuci kering (dry clean), dan produk cepat-kering lainnya.   Rantai dari C6H14 sampai C12H26  dicampur bersama dan digunakan untuk bensin.   Minyak tanah terbuat dari rantai di wilayah C10.
Minyak pelumas dan gemuk setengah-padat  (termasuk Vaseline)  berada di antara C16 sampai ke C20. Rantai di atas C20 berwujud padat, dimulai dari "lilin, kemudian tar, dan bitumen aspal.
Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat Celcius:
• minyak eter: 40 - 70 °C (digunakan sebagai pelarut)
• minyak ringan: 60 - 100 °C (bahan bakar mobil)
• minyak berat: 100 - 150 °C (bahan bakar mobil)
• minyak tanah ringan: 120 - 150 °C (pelarut dan bahan bakar untuk rumah tangga)
• kerosene: 150 - 300 °C (bahan bakar mesin jet)
• minyak gas: 250 - 350 °C (minyak diesel/pemanas)
• minyak pelumas: > 300 °C (minyak mesin)
• sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu

Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi.
Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah. 

============================================================================================
============================================================================================

Logging

Logging adalah teknik untuk mengambil data-data dari formasi dan lubang sumur dengan menggunakan instrumen khusus.  Pekerjaan yang  dapat  dilakukan meliputi pengukuran data-data properti elektrikal (resistivitas dan  konduktivitas  pada  berbagai  frekuensi),  data nuklir secara aktif dan  pasif,  ukuran lubang sumur, pengambilan sampel fluida formasi, pengukuran tekanan formasi, pengambilan material formasi (coring) dari dinding sumur, dan sebagainya.
Logging tool (peralatan utama logging, berbentuk  pipa pejal berisi alat pengirim  dan sensor penerima sinyal)  diturunkan ke dalam sumur melalui  tali  baja berisi  kabel  listrik ke kedalaman yang diinginkan. Biasanya pengukuran  dilakukan  pada saat  logging tool ini ditarik ke atas. Logging tool  akan mengirim sesuatu  “sinyal”  (gelombang  suara,  arus listrik, tegangan listrik, medan magnet, partikel nuklir, dsb.) ke dalam formasi lewat dinding sumur. Sinyal tersebut akan dipantulkan oleh berbagai  macam material di dalam formasi  dan juga  material  dinding sumur.   Pantulan sinyal  kemudian  ditangkap  oleh sensor penerima di  dalam  logging  tool  lalu dikonversi  menjadi data digital dan  ditransmisikan  lewat  kabel logging ke unit di permukaan.  Sinyal digital  tersebut  lalu diolah oleh  seperangkat  komputer menjadi berbagai  macam  grafik dan tabulasi  data  yang  diprint  pada  continuos  paper  yang  dinamakan  log. Kemudian log tersebut  akan  diintepretasikan dan dievaluasi oleh geologis dan ahli geofisika.  Hasilnya sangat penting untuk  pengambilan keputusan baik pada saat pemboran ataupun untuk tahap produksi nanti.

 

============================================================================================

Logging-While-Drilling (LWD)  adalah  pengerjaan  logging yang dilakukan bersamaan pada  saat membor. Alatnya dipasang di dekat mata bor. Data dikirimkan melalui pulsa  tekanan lewat lumpur pemboran  ke sensor di permukaan.  Setelah diolah lewat serangkaian komputer,  hasilnya  juga  berupa  grafik  log di atas  kertas.   LWD  berguna   untuk  memberi  informasi   formasi   (resistivitas,  porositas,  sonic  dan gamma-ray) sedini mungkin pada saat pemboran.
Mud logging adalah pekerjaan mengumpulkan, menganalisis dan merekam semua informasi dari partikel solid, cairan  dan gas yang terbawa ke permukaan oleh lumpur pada saat pemboran.   Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui berbagai parameter pemboran dan formasi sumur yang sedang dibor.

============================================================================================
============================================================================================

Geothermal

Sumber Alam Terbarukan

Pergerakan  lapisan  bumi  yang  saling   bertumbukan  menyebabkan  terjadinya   proses  radioaktif  di kedalaman  lapisan bumi sehingga  menyebabkan  terbentuknya  magma dengan  temperatur  lebih dari 2000 °C.  Setiap tahun air hujan serta lelehan salju meresap ke dalam lapisan bumi,  dan tertampung di suatu lapisan  batuan yang telah  terkena arus  panas dan  magma.   Lapisan batuan itu disebut dengan geothermal  reservoir  yang mempunyai  kisaran temperatur antara 200° - 300 °C. Siklus air yang setiap tahun berlangsung menyebabkan lapisan batuan reservoir sebagai tempat penghasil energi panas bumi yang dapat terus menerus diproduksi dalam jangka waktu yang sangat lama.   Itulah sebabnya mengapa panas bumi disebut sebagai energi terbarukan.

Keunggulan Industri Panas Bumi

Penggunaan panas bumi sebagai salah satu sumber tenaga listrik memiliki banyak keuntungan di sektor lingkungan  maupun  ekonomi  bila  dibandingkan  sumber  daya  alam lainnya seperti batubara, minyak bumi, air  dan  sebagainya.  Tidak seperti  sumber daya  alam lainnya.   Sifat panas bumi sebagai energi terbarukan  menjamin  kehandalan  operasional  pembangkit  karena fluida panas bumi sebagai sumber tenaga yang digunakan sebagai penggeraknya akan selalu tersedia dan tidak akan mengalami penurunan jumlah. 

============================================================================================
============================================================================================

MWD (Measurement While Drilling)

MWD adalah proses mengambil data beberapa parameter fisik sumur sembari membor sumur & secara real-time.
Data2 yg dapat diperoleh adalah:
1. Properti formasi: resistivity, porosity & density (ini disebut juga LWD: Logging-While-Drilling).
2. Survey trayektori lubang sumur: inklinasi, azimut & "tool-face".
3. Data "drilling mechanics": "weight-on-bit" & "torque-on-bit".
Seperangkat sensor/transmitter/receiver yg dipasang pada MWD tools (di atas drill bit) akan mengukur temperatur,  pressure,  inklinasi, dan sebagainya.    Data   tersebut   lalu  dikirim  ke   permukaan  yang umumnya memakai  prinsip  mud - pulse  telemetry   (mengirim  sinyal  analog  lewat  kolom  lumpur di  dalam lubang sumur).   Data tersebut juga disimpan dalam memory di dalam tool utk diretrieve nanti di permukaan.   Di permukaan,  ada seperangkat  sensor / transduser  yang   akan  menangkap mud-pulse tersebut  lalu  oleh  komputer  dikonversi  menjadi data digital, dikirim ke komputer lain untuk diolah, direcord & ditampilkan utk interpretasi. Cara telemetry lainnya adalah memakai kabel wireline.
Kelebihan utama MWD adalah operator dapat mengetahui berbagai properti sumur & formasi secara real-time pada saat drilling.

============================================================================================
============================================================================================

Measurement While Drilling "MWD" Services

 

• Measurement  While  Drilling  "MWD"  systems  are installed in  the  drill  string  to  provide  real time measurements   of  basic   trajectory   parameters   such as  inclination,    direction,   tool - face   and temperature.   Additional   sensors such  as  pressure,  and  gamma-ray  and resistivity  may be  added depending upon the specific tool type and/or application.
MWD tools consist of three basic sections;
• Power Supply -  Generally  most  tools are powered by lithium batteries or  in some  cases down-hole generators (turbines).
• Sensor Section -  Hole trajectory is  measured  by  a  sensor  stack that has 3  accelerometers  and  3 magnetometers.   The  inclination  and roll  (gravity tool-face)  of  the  tool is  made by  gravity  based measurement devices called accelerometers.   For  simplicity's  sake, they may be considered to be an electronic  plumb-bob.  Magnetometers  measure  the  earths  local  magnetic  field.    Combined with inclination  sensors the tool can provide a reference direction to magnetic north, this is corrected for true north by adding the   localized value for magnetic  declination.    Other sensors such as pressure, gamma-ray, and resistivity are typically housed in separate dedicated tool sections.
• Transmitter - Current day  MWD tools  transmit  in  one of  two basic  manners,  by sending  pressure waves through the drilling mud (mud pulse) or by transmitting electromagnetic "EM" signals through the earth to surface.
• Mud Pulse
Mud pulse tools operate by either opening or closing a valve in the tool that creates either a pressure surge (positive pulse) or drop (negative pulse). The data from the sensor section is encoded to one of a variety of formats (i.e. binary).   Pressure signals in the range of 10-50 psi are detected at surface by a transducer, and the data decoded into useable information. Mud pulse tools have no practical depth limitation but are dependant upon the drilling fluid utilized and are relatively slow as compared to EM MWD systems.   The tools do not function in under-balanced drilling where nitrogen or air is used as a drilling fluid.   Both the negative and  positive pulse systems add pressure increases to the circulating system, typically ranging from 150 up to 350 psi dependant upon the system type.
• EM MWD
Electro - Magnetic MWD  systems  use the  same  basic  sensors  and  power supplies as the mud pulse systems. The main difference is in the transmission of data.   Rather than use the drilling mud to send pressure waves,  the tool  sends  either a magnetic  pulse  or electrical current through the ground to the  surface.   On  surface  the  data is  received  through  ground  antennas  and the data processed. EM systems are significantly faster (10x) than conventional mud pulse. In addition data can be sent at any time (not  just  when  the rig   pumps are  circulating).    The net  result  is  faster  overall d rilling times.  In addition the EM systems are the only practical method to drill under-balance wells involving the use of air, nitrogen, and foam.  EM systems  have no  moving  parts  and  do not create significant restrictions  in  the drill  string.    As a result the  reliability is  significantly  higher,  and  damage  from erosion caused by drill solids is minimal.   EM tools do have depth limitations,  which are a function of how much power can be  supplied by batteries for the  duration of the drilling interval,  and at higher power settings the battery costs may be significant.

============================================================================================
============================================================================================

Intermediate Radius Completion

 

============================================================================================
============================================================================================